Tomok Tuktuk dan Wisata Budaya Samosir (North Sumatra Journey)

Perjalanan hari kedua di mulai dengan menyeberang ke pulau samosir dari pelabuhan  Ajibata di Parapat. Kami menyeberang sekaligus dengan kendaraan jadi kami memakai kapal ferry untuk sampai di pelabuhan Tomok. Saat itu dengan Ferry kami harus menguras kocek sampai dengan Rp. 130 ribu. Dengan perincian mobil Rp.106 dan perorangan Rp. 4000 saja.  Namun  anda juga bisa menyeberang dengan menggunakan kapal penumpang yang lebih kecil cukup hanya dengan membayar sekitar Rp. 15 ribu saja dan kapal kapal  kecil itu akan langsung mengantar anda ke dermaga dermaga kecil hotel di pinggir danau di pulau Samosir. Dibutuhkan waktu lebih kurang 45 menit untuk menyeberang ke pulau Samosir. Saat itu sesungguhnya cuaca cerah hanya sayang kabut asap akibat kebakaran hutan menutupi keindahan danau Toba ini.

IMG_0064

Horaaas …

IMG_0071

bisa cek jadwal Ferry di atas 🙂

IMG_0074

Buritan kapal dengan kabut asap yang merusak keindahan Toba

IMG_0076

Rumah di atas bukit

IMG_0077

Siap menyeberang

IMG_0089

Pelabuhan Tomok mulai tampak

IMG_0096

Obrolan dalam perjalanan

IMG_0099

Sebuah gereja nan cantik di Tomok

IMG_0103

Pelabuhan Tomok

Agenda hari ke dua adalah mengunjungi wisata sejarah Batak.  Objek wisata si Gale gale, Kuburan Raja Sidabutar dan pusat perbelanjaan souvenir yang berada di desa Tomok. Sebelum agenda itu terlaksana kami cek in terlebih dahulu, kali ini kami menginap di Samosir Cottage dengan harga cukup terjangkau, kami sedang beruntung karena Agoda sedang bersahabat he he. Dan tentu saja mencari makan siang sebelumnya. Tidak lucu kalau sudah jauh jauh ke Samosir kami tidak memakan Ikan Arsik masakan khas Batak. Berdasar hasil googling dan tanya sana sini pilihan kami jatuh ke restoran Elios. Hanya saja kalau anda tidak makan B2 maka bertanya dan katakan anda tak memakannya sehingga lebih oke buat anda. Dan kali ini kami merogoh kocek cukup dalam untuk satu porsi Ikan Arsik dengan daun ubi tumbuk serta 5 gelas jus dan 2 piring nasi goreng. Lapar pake banget yaa .. dan sekali lagi tidak bagus buat lingkar pinggang untuk rasa masakannya 😀

IMG_0118

Ikan Arsik. ikan yang di masak dengan bumbu honje, Andaliman dan asam gelugur bumbu2 asli Batak selain bumbu standar lain. di masak dengan cara di lumuri bumbu dan di ungkep sampai matang dan airnya sat.

IMG_0117

Satu lagi masakan khas Batak daun ubi tumbuk yang nimkatnya tiada tara

IMG_0126

Sambel Andaliman .. ooo ho ho .. belum ke Medan kalau belum makan sambel ini.

IMG_0125

Walau pun kelaparan dan air ludah sudah menetes tetep saja foto dulu 🙂

IMG_0131

Pose cantik dulu kita di Resto ini sebelum mengunjungi tempat wisata Sigale Gale

Kami meluncur ke Desa Tomok memasuki Objek wisata Budaya Sigale gale.  Di sambut oleh bapak Guide yang siap menunjukkan jalandan  berbagi cerita tentang kisah Sigale gale.  Mitos atau cerita tentang Boneka Sigale gale memiliki beberapa Versi. Saya akan menyampaikan versi yang di sampaikan oleh guide kami. Sigale gale adalah boneka yang di buat oleh raja yang anaknya mati di saat perang dan kesedihan membuat sang Raja menitahkan untuk membuat boneka ini. Boneka sigale gale bisa menari, dari cerita di jaman dahulunya patung ini berisi roh sehingga dia bisa menari sendiri. Namun sekarang boneka ini menari dibantu oleh benang yang di tarik tarik sehingga membuatnya menari diiringin musik dan lagu batak. Sayang saat itu sedang sepi dan kami memutuskan hanya mendengar cerita si Bapak dan berfoto bersama Sigale gale.

IMG_0165

IMG_0144

Asyik mendengar keterangan pak Guide 🙂

IMG_0151

Pose di samping boneka Sigale gale dan kami jadi cantik cantik kan denga ulos yang warna warni ha ha ha …

IMG_0154

Bersama Sigale gale dan rumah adat batak yang sudah berusia ratusan tahun.

Selanjutnya adalah Makan Raja Sidabutar  untuk tau lebih banyak tentang cerita makam Sidabutar ini  Bapak Guide ini sudah menerangkannya di sini  https://www.youtube.com/watch?v=L1HiaBqk8pw.  Sayang kami gak sempat bertanya nama bapak ini padahal dia sudah membantu juga memotret kami berlima.  Menonton youtube ini suer ceritanya tak berbeda dengan yang kami dengar he he he .. so penyesalan tak merekam saat itu pun terbayar sudah 😀

IMG_0167

Kuburan Raja yang masih dengan agama Permalim

IMG_0168

Kuburan raja yang sudah menganut agama Kristen

IMG_0170

Saat nya foto bersama

IMG_0171

Cicak dan empat payudara  .. lambang kesuburan batak.

Setelah mendengar cerita saatnya Shopping dan di sini terdapat toko toko Souvenir. Kalau belanja di sini sebaiknya anda pinter pinter menawar kalau tak ingin kocek anda jebol.

IMG_0176

Ulos Batak harga mulai dari 30 ribu sampai 1,5 juta.

IMG_0179

Kabut Asap membuat wisata ini menjadi sepi

IMG_0184

Belanja nya ntaraan .. pose dulu … aslinya siih gak belanja .. moto moto daaank .. ha ha ha ..

Yang lain udah belanja belanji dan saat nya mengunjungi satu tempat lagi yaitu Batu Kursi Raja Sialagan.

IMG_0195

Biar berasa pengumumannya 😀

IMG_0198-2

Rumah Bolon Rumah adat Batak Toba

IMG_0202

Salah satu rumah di lingkungan wisata budaya Kursi Raja … di jadikan museum

IMG_0203

Alat penenun Ulos di dalam museum

IMG_0207

Tempat Pemasungan

IMG_0208

Kursi persidangan

IMG_0210

Kursi batu eksekusi

IMG_0267

Selamat tinggal tempat wisata budaya Kursi Huta Sialagan

Udaaah aah bubar bubar yuuk jalan pulang .. eeh ke hotel maksudnya … istirahat untuk selanjutnya mencari kuliner malam. Malam ini kita kita agak ke barat2 an dikit lah ada rekomendasi Pizza enak ternyata di sini … namanya Rumba Pizza .. rasanya maknyus tapi karena laper Oh My God luma memotret Pizza nya yang ada narsisan sebelum pizza datang.

IMG_0277

Cerewet pesan menu dan yang utama adala teh jahe .. Tuktuk dingin book ..

IMG_0282

Suasana kafenya cozy gituu deeh ..

IMG_0289

wajah wajah laper …

Malam ini di tutup dengan capek dan tidur nyenyak dalam selimut yang hangat … ehhm … see you di liputan hari ke 3 yaaa … wait for me 🙂

 

 

6 Comments
  1. pitta ricardo 19/10/2015 Reply
    • Husni Munir 20/10/2015 Reply
  2. mailen rita 23/10/2015 Reply
  3. marselianadwi 23/06/2016 Reply

Leave a Reply