Kopi Dan Liwa (Lampung Journey)

Kopi Dan Liwa 6860

Better late than never. Begitulah, telat 2 hari saya baru tau kalau ternyata ada hari kopi dan itu diperingati setiap tgl 29 September. Baiklah waaupun telat saya tetep kekeuh mau posting jalan jalan menikmati kopi ke Liwa – Lampung Barat. Nggaya banget ya minum kopi aja kudu pergi ke Liwa ha ha ha .. Liwa salah satu wilayah penghasil kopi ternikmat di dunia, minimal bagi saya penggemar kopi kelas akut.

Liwa kota hujan yang berada di bagian barat pulau sumatra di pegunungan bukit barisan. Namun hari itu sangat cerah, saya gembira setelah sekian jam pantat tepos duduk di mobil akhirnya saya menemukan perbatasan kota Liwa. Setelah melewati puncak Pas nya Lampung dan menyicipi segelas kopi yang parahnya saat itu bukan kopi Liwa, kekesalan saya terobati karena saya menemukan pohon kopi di pinggir jalan raya, senangnya.

Kopi dan liwa-6726
Wellcome
Kopi dan liwa-6727
Selamat datang di Lampung Barat
Kopi dan liwa-6735
Ini dia si cantik yang selalu menemani di kala pagi dan sore. Buah kopi yang sudah matang dan siap panen.
Kopi dan liwa-6764
Puncak Pas nya Lampung, jalan menuju kota Liwa

Hari itu saya sudah di tunggu teman baik saya yang tinggal di Liwa; Eka Fendy Aspara dan Endang Guntoro Canggu. yap memasuki kota Liwa di temani teman teman saya yang baik hati ini kami pun memutari kota Liwa yang mungil dan sejuk ini. Di tutup dengan makan ikan bakar. Saya habis banyak seking laparnya dan sayangnya saya tak sempat memotret makanan yang super nikmat itu. Bincang bincang yang seru dan matahari pun mulai lelah.

Kopi dan liwa-6776
Landmark kota Liwa
Kopi dan liwa-6781
Pusat kota Liwa

Hari yang tadi nya cerah ceria segera bergerak mendung begitulah kota hujan hanya cerah sampai jam 2 siang setelah itu mari kita lihat awan hitam menggelayut … tapi saya kudu foto dulu di tempat yang asri ini.

Kopi dan liwa-6803
Bersama duo jagoan Liwa

Lelah melakukan perjalanan darat saya pun tak kuasa ingin mencari tempat istirahat. Dan akhirnya kami menemukan tempat istirahat sebuah hotel kecil yang dingin, ya iya lah kota hujan kok.  Berjanji untuk hunting besok pagi dan berdoa semoga esok hari cerah kembali. Namun apa daya esok pagi adalah hari berkabut dan embun enggan beranjak. Its Okay … tantangannya adalah membuat cuaca berkabut ini tak menghalangi membuat foto yang menarik.

Kopi dan liwa-6850
Harus nya di lokasi ini ada view kabut ke arah jurang yang menarik, tapi saat itu saya harus bersyukur hanya dapat ini.

Baiklah kami akhirnya memutuskan hunting ke daerah Batu Brak sebuah perkampungan yang sisi kiri kanan di penuhi oleh rumah panggung asli Liwa. Cantik dan saya sukaaa sekali. Saat itu sedang musim panen. Panen Raya Kopi. Hasil ladang andalan Liwa. Semua penduduk keluar menjemur hasil panennya walaupun matahari belum kelihatan akan memanggang kopi kopi itu.

Kopi dan liwa-6860
Kabut dan Kopi
Kopi dan liwa-6864
Si Penjaga yang setia
Kopi dan liwa-6866
Istirahat sejenak
Kopi dan liwa-6869
Me and Coffee
Kopi dan liwa-6882
Yuuk kerja lagii …
Kopi dan liwa-6899
Rumah panggung Asli Liwa
Kopi dan liwa-6928
Setelah selesai menggelar saatnya menunggu matahari bekerja
Kopi dan liwa-6907
Oh ho … segelas kopi panas dan sebatang rokok .. upacara setelah kerja pagi selesai

Ngopi pun selesai saat nya motret lagi kali ini saya minta di antar ke kandang Luwak hewan cantik namun sangar yang doyannya makan kopi dan hasilnya adalah kopi termahal. siapa yang tidak kenal dengan Kopi Luwak. yup di sinilah salah satu penghasilnya.

Kopi dan liwa-6818
Luwak, Hewan cantik nan Galak
Kopi dan liwa-6832
Hasil produksi Luwak

Luwak adalah hewan pemakan kopi yang handal. Dia hanya memakan kopi dengan kualitas terbaik. Kopi pilihan di makan Luwak dan kemudian kopi2 akan keluar bersama kotoran Luwak. Uppss jijik jangan dulu ternyata Luwak adalah pabrik biologi yang canggih dia bisa menghasilkan kopi yang enak dan mahal he he he. Setelah keluar dari tubuh Luwak kopi kopi ini di cuci dan di jemur. Selanjutnya digongseng atau dipanaskan dan terakhir baru digiling.

Liwa Luwak
Tuh kan saya pegang hasil produksinya Luwak 🙂

Nah sekarang mari kita menikmati kopi Luwak. Kopi yang harganya segelas di kafe bisa mencapai ratusan ribu.  Tapi jangan minum kopi setelah makan durian yaa … eeh  🙂  byee …

 

6 thoughts on “Kopi Dan Liwa (Lampung Journey)

  1. Wah baru kemarin saya berkunjung ke Liwa dalam suasana berkabut. Dan lewat postingan ini baru tau suasana Liwa dalam cuaca cerah 🙂

    Thanks for sharing, mbak! Dan salam kenal 🙂

  2. Salam kenal kembali 🙂 suatu saat diri mu gak rugi kok kembali ke sana karena Liwa di saat cerah itu cantik dengan lanscape yang oke serta adat dan budaya yang kaya.

  3. Saya pernah 2 kali ke Liwa (Lampung Barat)….kota kabupaten sepi tapi indah mintak ampun…apalagi kopi luwaknya…he–he—sampai sempat saya buat puisi tentang “perempuan dan bau bunga kopi”……Mantep foto-fotonya

    1. Iya Mas Liwa kota kecil yang indah nyaman dan kopi nya ueenak … husni sudah dua kali ke situ dan yang kedua sedang panen raya kopi … senangnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.