Koreografer: Gintar Pratama Ginting

Penata Musik: Arif Susanto

Penari: Irfan Setiawan, Adina Kasih Hodges, Festy Fayara Putri, Densial Prismayanti Lebang, Widya Ayu Trisna, Andintan Mithayani, Decky Setyawan Ramadhan

Hidup itu pilihan dan meninggalkan tanah kelahiran termasuk di dalamnya. Ada kepedihan di sana. Merantau sebuah tradisi yang ada di mana saja bukan hanya milik orang Minang. Ia milik semua manusia dalam bahasa dan sudut pandang serta cita cita yang  mungkin berbeda. Pergi dari tanah kelahiran sebuah keputusan dan pilihan namun ikatan tak akan luntur sehingga kepedihan akan selalu hadir. Rindu itu indah pedih dan cinta adalah penyebabnya.

Namun pulang tak sesederhana tiket yang mampu dibeli. Pulang adalah pilihan yang sulit. Nilai nilai sudah bergeser cara pandang sudah berubah gaya hidup berganti. Asing dengan tanah kelahiran namun godaan datang untuk selalu kembali pulang.

Dengan latar belakang inilah koreografer Gintar Pramana Ginting menyusun gerak tariannya. Tarian Ndemi Ku Kita ini dipentaskan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki pada tanggal 11 September 2015.

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9252

 

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9260

 

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9265

 

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9267

 

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9302

 

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9308

 

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9326

 

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9332

 

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9322

 

Tari-Ndemi Ku Kita by Gintar-9328

 

Secara koreografi gerak tak begitu menonjol dari sekian menit penampilan tarian ini hanya ada dua scene yang menarik yaitu ketika salah satu penari merobek kain yang melambangkan keterpisahan dengan tanah kelahiran dan tarian tunggal akhir yang mungkin maksudnya menggambarkan kegelisahan dan kerinduan.  Selebihnya biasa.