Mulai bosan berlibur ke kawasan Puncak, Jawa Barat atau Pantai Anyer dan Carita, Banten,  menelusuri kemacetan di akhir minggu dan menghabiskan terlalu banyak waktu di jalan dengan pemandangan yang tak berubah, membuat kami memutuskan  melintasi selat Sunda dengan waktu tempuh yang relatif tak jauh berbeda, kami lebih memilih menelusuri pantai-pantai Lampung, tidak stress karena macet melainkan bahagia melihat pemandangan laut yang segar. Begitulah yang saya rasakan ketika berakhir pekan ke Lampung.  Lampung menjadi alternatif  tujuan libur akhir minggu kami. Ganti pemandangan dan suasana, mengunjungi tempat-tempat baru.  Selain dekat dari Jakarta, potensi pariwisata di ujung selatan Pulau Sumatera ini juga cukup menjanjikan.

Perjalanan menuju Lampung dapat di mulai dari  pintu tol Slipi, Tomang, atau pintu tol Kebon Jeruk menuju Pelabuhan Merak. Kemudian diteruskan dengan menyeberangi Selat Sunda menuju Bakauheni. Dari pintu tol ini menuju Merak bisa ditempuh dalam tempo satu setengah sampai dua jam. Dari Merak naik kapal penyeberangan ke Bakauheni  membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 2,5 jam. Sesampai di Bakauheni pemandangan indah langsung menanti.

Sesampai di Bandar Lampung tujuan kami yang pertama adalah pantai Mutun dan pulau Tangkil. Pantai berpasir putih yang indah dan langit biru pun menyambut kami. Panasnya matahari pagi membuat kami semakin bersemangat menyusuri pantai. Setelah puas berkeliling kami pun kemudian menyeberang ke pulau Tangkil. Jarak pulau Tangkil dari pantai Mutun tidaklah jauh,  tak lebih dari 10 menit dengan kapal kecil. Air yang bening dan batu-batu karang yang indah menanti kami.  Puas berkeliling dan mengitari pulau kami pun kembali ke pantai Mutun dengan kapal yang datang  menjemput kami.

Pantai Mutun - Lampung

Pantai Mutun – Lampung

Perutpun mulai terasa lapar. Kali ini makan siang kami niatkan di kota Bandar Lampung . Pindang Patin, sambel mangga, teri goreng tepung dan tempoyak menjadi menu yang bener-bener memuaskan perut kami yang keroncongan.

Pindang Meranti

Pindang Patin di Lampung

Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan ke Kalianda. Kali ini tujuan kami adalah pantai Marina. Pantai yang penuh dengan susunan batu karang yang indah. Tak kalah cantik dengan Belitung. Sekitar satu jam dari Bandar Lampung kami sampai di pantai ini. Sebuah kawasan wisata alam nan elok, tak pelak kamera pun tak berhenti menyalak merekam semua sudut pantai berpasir putih ini.

Pantai Marina - Kalianda

Pantai Marina – Kalianda

Dalam perjalan menuju Pantai Marina kami singgah di pesanggrahan di lintas Lampung, Pesanggarahan yang sudah jarang dikunjungi padahal pemandangannya sungguh menakjubkan. Dari sini mata bebas memandang ke teluk yang dipenuhi keramba ikan salah satu hasil utama Lampung Selatan.

Untitled-16

Makan siang di dermaga Canti sebuah warung makan ikan bakar dan cumi goreng yang bener-benar memanjakan perut dan mata. Makan menghadap laut waaah nyaman sekali.

Dermaga Canti

Dermaga Canti

Perjalanan berlanjut, sebuah desa nelayan di senja hari. Penduduknya mulai keluar untuk beristirahat sore. Kapal-kapal nelayan bersandar, anak-anak bermain ceria. Sungguh pemandangan yang elok.  Namun keindahan akhir pekan ini harus berakhir, kerja esok hari telah menunggu kendaraan pun segera melaju ke bakauheni. Pulang ke Jakarta dan kembali ke rutinitas. Sungguh Akhir minggu yang menyenangkan.

Untitled-19

Untitled-20

 

#Artikel ini pernah di muat di Majalah Event Guide di tahun 2010.